Akibat Hujan Deras Sampai Beberapa Jam, Mengakibatkan Bencana di Berbagai Titik Lokasi di Desa Caluk

  • May 20, 2026
  • BAMBANG ANGGORO
Caluk, 20-05-2026
Hujan deras di wilayah Desa Caluk, Selasa malam (19/05/2026) menyebabkan terjadinya berbagai bencana alam di beberapa lokasi berbeda wilayah Desa Caluk.
 
Kepala Desa Caluk, Sutonowo saat dikonfirmasi Rabu (20/05/2026) mengatakan bahwa akibat hujan deras menyebabkan peristiwa bencana alam di wilayah Desa Caluk. Bencana alam terjadi sejak tadi malam hingga pagi hari ini.
“Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di beberapa titik wilayah Desa Caluk. Namun demikian hal tersebut menyebabkan kekhawatiran warga Desa,” kata beliau.
 
Bencana alam terjadi di wilayah Dukuh Krajan tepatnya di RT.02/RW.01 dimana cek dam sungai mengalami roboh karena derasnya aliran air bajir yang terjadi semalam. Disisi lain tembok penahan tanah atau pondasi yang menopang jembatan Plapar yang menghubungkan jalur Ponorogo – Pacitan juga ikut tergerus air sehingga mengakibatkan longsornya tembok penahan pondasi jembatan. Jembatan itu sendiri memang letaknya persisi di atas cek dam yang saat ini roboh, sehingga bisa mengancam bangunan jembatan tersebut.
 
Sementara itu, di Dukuh Gupit pondasi jembatan pengubung antara Dukuh Krajan dan Dukuh Gupit juga mengalami longsor sehingga dikhawatirkan apabila curah hujan masih tinggi bisa mengakibatkan jembatan tersebut roboh. Hal ini bisa berdampak pada aktivitas warga sekitar yang terganggu karena jembatan tersebut merupakan akses penghubung utama antara warga di Dukuh Gupit dengan warga Dukuh Krajan.
Dan juga salah satu jembatan penyeberangan yang terbuat dari bambu dan papan yang sebelumnya dibangun oleh swadaya masyarakat sekitar jembatan tepatnya di RT.01/RW.01 Dukuh Gupit, juga ikut hilang dan hanyut terseret oleh derasnya aliran sungai akibat curah hujan yang tinggi yang terjadi tadi malam.
Tidak hanya itu, banjir juga menggerus tanah di pinggiran sungai yang terdapat bangunan dapur milik salah satu warga di RT.01/RW.01 Dukuh Gupit yang mengancam keselamatan anggota keluarga karena bangunan tersebut sangat dekat dengan bibir sungai yang mempunyai aliran air yang sangat deras. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, warga berinisiatif untuk membongkar bangunan dapur salah satu warga tersebut agar terhindar dari bencana susulan yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan jiwa.
 
Selain itu, karena curah hujan yang tinggi di wilayah Dukuh Pamongan juga terjadi bencana alam yaitu bongkahan batu besar terguling sehingga mengakibatkan hampir seluruh akses jalan satu-satunya warga di Dukuh Pamongan tertutup oleh bongkan batu besar tersebut. Selain itu, jalan tersebut merupakan jalur penghubung antara Desa Caluk dan Desa Wates.
Kepala Desa menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap kejadian bencana alam yang mungkin terjadi. Karena takutnya hujan deras masih mengguyur wilayah Desa Caluk yang pada umumnya berpotensi menyebabkan bencana alam di lokasi yang rawan, ungkap beliau.
 
Sampai dengan berita ini ditulis, Pemerintah Desa bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Caluk sudah membuat laporan kejadian bencana alam kepada pihak terkait agar segera ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang, sehingga diharapkan bencana alam susulan bisa di cegah sebelum terjadi dikemudian hari.